Para peneliti di University of Arkansas baru-baru ini mengembangkan sebuah tangan robotik lunak yang berpotensi merevolusi cara panen buah-buahan rapuh seperti blackberry.
Inovasi ini, yang telah mendapatkan paten AS, dirancang untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja pertanian dan meningkatkan efisiensi serta kualitas panen dalam industri beri yang bernilai miliaran dolar.
Alat pemanen robotik ini meniru bentuk bunga tulip, dengan tiga jari lembut dan lentur yang dilengkapi sensor gaya di ujungnya.
Sensor ini memastikan buah beri dipetik tanpa kerusakan, menghindari masalah seperti pembalikan drupelet merah dan menjaga kualitas buah secara keseluruhan yang sering menyebabkan penolakan oleh konsumen dan USDA.
Para insinyur menentukan kekuatan optimal yang dibutuhkan dengan mengukur tekanan yang diterapkan oleh pemetik blackberry manusia yang berpengalaman.
Meskipun robot ini masih membutuhkan teknologi penglihatan komputer dan pemosisian untuk dapat digunakan sepenuhnya, para pengembangnya optimistis.
"Kami percaya tangan robot ini pada akhirnya bisa melampaui konsistensi dan efisiensi manusia dalam tugas spesifik ini," ujar salah satu pengembang, menyoroti potensi besar teknologi tersebut untuk diaplikasikan pada buah-buahan lunak lainnya seperti raspberry, dan bahkan membantu individu dengan mobilitas terbatas.
Dengan adanya tangan robot pemanen ini, masa depan panen buah beri yang lebih efisien dan berkualitas tinggi tampaknya semakin dekat, menawarkan solusi inovatif untuk tantangan ketenagakerjaan dan kualitas produk di sektor pertanian.