2026-04-13
Pemerintah Prancis Mulai Migrasi Massal dari Windows ke Linux
BGN Kucurkan Dana Rp 113 Miliar untuk Sewa Jasa Event Organizer
Oleh: Oki Dwi Yulianto
Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan setelah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 113 miliar untuk menyewa jasa event organizer (EO) guna mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis. Kebijakan ini diambil untuk mengelola serangkaian acara sosialisasi dan koordinasi teknis di berbagai wilayah Indonesia dalam waktu dekat.
Anggaran fantastis tersebut dialokasikan untuk membiayai operasional lapangan, mengingat skala program yang mencakup ribuan titik distribusi. Pihak BGN menyatakan bahwa penggunaan jasa pihak ketiga diperlukan untuk memastikan efisiensi logistik dan profesionalisme penyelenggaraan acara yang bersifat masif.
Keputusan ini menuai beragam reaksi dari masyarakat dan pengamat kebijakan publik. Banyak pihak mempertanyakan urgensi penggunaan dana sebesar itu hanya untuk jasa penyelenggara acara, di tengah fokus utama pemerintah yang seharusnya pada kualitas nutrisi makanan itu sendiri.
Secara keseluruhan, alokasi dana sebesar Rp 113 miliar ini mencerminkan tantangan besar dalam manajemen operasional program nasional. BGN kini dihadapkan pada tugas untuk membuktikan bahwa penggunaan jasa EO tersebut memang memberikan dampak nyata bagi kelancaran distribusi makan bergizi bagi masyarakat.
Sumber2026-04-12
15.000 Anak Tidak Sekolah di Banyumas Disaring Ulang Hingga Level RT dan RW
2026-01-29
Armada Besar AS Menuju Iran: Akankah Diplomasi Nuklir Menang?
2026-01-28
WiFi Sukses Uji Coba Layanan FWA 1.4 GHz: Internet Rakyat Siap Meluncur
Kemenperin Uji Standarisasi Mukena Buatan Napi Cilacap untuk Jemaah Haji 2026
2026-01-10
Perahu Nelayan Terbalik di Pantai Logending: Empat ABK Berhasil Selamat
2026-01-09
Trump Ancam Serang Nigeria Jika ISIS Terus Targetkan Umat Kristen
2026-01-01
Harga BBM Non Subsidi Pertamina Turun Serentak Per 1 Januari 2026
2025-12-20
Bupati Bekasi dan Ayah Diduga Terima Rp 9,5 Miliar Terkait Proyek Fiktif
2025-12-04
Celah Keamanan Kritis RCE di Next.js: Segera Update Aplikasi Anda!
Oleh: Oki Dwi Yulianto
GitHub dan tim keamanan Vercel baru saja merilis peringatan keamanan kritis dengan kode GHSA-9qr9-h5gf-34mp (CVE-2025-66478). Celah keamanan ini dikategorikan sebagai Remote Code Execution (RCE) yang berdampak serius pada framework Next.js, khususnya bagi aplikasi yang menggunakan fitur App Router. Mengingat popularitas Next.js dalam pengembangan web modern, penemuan ini menuntut perhatian segera dari para pengembang dan tim DevOps untuk mencegah potensi eksploitasi yang dapat mengambil alih sistem server secara penuh.
Masalah utama dari kerentanan ini terletak pada protokol "React Flight" yang menangani serialisasi data. Penyerang jarak jauh (remote attacker) yang tidak terautentikasi dapat mengirimkan permintaan HTTP yang dirancang khusus untuk memanipulasi pemrosesan data tersebut. Jika aplikasi Anda menggunakan Next.js versi 15.x atau 16.x dengan App Router, server Anda berisiko mengeksekusi kode berbahaya yang disisipkan oleh penyerang. Karena tidak diperlukannya interaksi pengguna atau hak akses khusus untuk mengeksploitasi celah ini, tingkat risikonya dianggap "Kritis". Ini bukan sekadar bug tampilan, melainkan pintu terbuka bagi peretas untuk masuk ke infrastruktur backend Anda.
Untuk mengatasi masalah ini, tindakan yang harus diambil sangat jelas dan mendesak: lakukan pembaruan (patch) sekarang juga. Tim Next.js telah merilis versi perbaikan. Anda perlu memperbarui paket next ke versi aman berikut sesuai dengan major version yang Anda gunakan:
- Next.js 16: Update ke 16.0.7 atau lebih baru.
- Next.js 15: Update ke versi patch terbaru seperti 15.5.7, 15.4.8, 15.3.6, 15.2.6, 15.1.9, atau 15.0.5. Jika Anda menggunakan versi eksperimental (Canary), pastikan untuk beralih ke versi stabil yang telah ditambal. Jalankan perintah npm audit untuk memverifikasi kerentanan dan npm install next@latest (atau versi spesifik yang aman) untuk segera menutup celah ini.
2025-12-03
Males Baca Berita Karena Iklan Yang Brutal
2025-11-20
Status Semeru Naik Level Awas, BNPB Fokus Pantau Evakuasi Ratusan Warga
Oleh: Oki Dwi Yulianto
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat memantau dampak kenaikan status aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang resmi dinaikkan menjadi Level IV atau "Awas" pada Rabu, 19 November 2025. Peningkatan status drastis dari Siaga ke Awas ini dilakukan setelah teramati adanya peningkatan aktivitas awan panas guguran yang signifikan pada sore hari, yang memaksa otoritas setempat segera memberlakukan langkah-langkah mitigasi darurat demi keselamatan penduduk di sekitar lereng.
Merespons situasi kritis tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari, terhitung mulai tanggal 19 hingga 26 November 2025. Penetapan ini bertujuan agar pos komando penanganan darurat dapat segera diaktifkan dan koordinasi lintas sektoral berjalan efektif dalam melayani kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah mengeluarkan rekomendasi tegas agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, serta menjauhi radius 8 kilometer dari puncak kawah karena rawan lontaran batu pijar.
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 300 warga dari tiga desa terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Rincian pengungsian menunjukkan 200 warga kini menempati Balai Desa Oro-Oro Ombo, sementara 100 warga lainnya ditampung di SD Negeri 2 Supiturang. Proses pendataan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan mengingat pergerakan warga yang dinamis menghindari ancaman abu vulkanik dan awan panas.
"Penanganan darurat harus dilakukan seefektif mungkin agar keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama," tegas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, yang memastikan koordinasi antara BNPB, PVMBG, dan pemerintah daerah terus berjalan intensif.
Hingga saat ini, aparat gabungan terus bersiaga memantau potensi perluasan luncuran awan panas dan banjir lahar dingin di aliran sungai yang berhulu di Semeru. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mematuhi zona merah yang telah ditetapkan, dan hanya mempercayai informasi resmi dari pihak berwenang demi mencegah jatuhnya korban jiwa.
2025-10-05
Dana Korupsi Rp 237,94 Miliar Mengalir ke Pejabat Cilacap
2025-09-26
Kapolri Tegaskan Usut Tuntas Kasus Keracunan MBG di Sejumlah Daerah
2025-09-21
UP Phone: Ponsel Privasi Buatan Indonesia yang Mendunia
2025-09-20
Cara Menulis Prompt untuk AI yang Efektif
- Pengetahuan dasar tentang cara kerja model AI, seperti ChatGPT.
- Pemahaman tentang tujuan yang ingin dicapai dari interaksi dengan AI.
- Seni berpikir kreatif dan analitis.
- Tentukan Tujuan yang Jelas. Sebelum mulai menulis, pikirkan dengan seksama apa yang Anda butuhkan dari AI. Apakah Anda ingin ringkasan, perbandingan, atau penjelasan detail? Kejelasan tujuan akan membimbing Anda dalam menyusun prompt yang tepat.
- Terapkan Prinsip Dasar (General Prompt Design). Gunakan prinsip-prinsip ini sebagai fondasi setiap prompt Anda:
- Berikan Tugas yang Jelas: Sampaikan instruksi utama secara eksplisit.
- Sediakan Konteks: Jelaskan latar belakang atau peran yang harus diambil oleh AI.
- Gunakan Format yang Jelas: Tentukan format yang Anda inginkan untuk jawabannya, misalnya daftar poin, paragraf singkat, atau tabel.
- Berikan Batasan: Tentukan batasan, seperti jumlah kata atau kalimat, untuk menjaga jawaban tetap terfokus. Contohnya, jangan hanya bertanya "Jelaskan demokrasi," tetapi berikan prompt yang lebih spesifik seperti "Jelaskan konsep demokrasi dalam bahasa sederhana, seolah-olah Anda menerangkannya kepada siswa SMP. Batasi hingga 150 kata."
- Gunakan Metode Tingkat Lanjut (Advanced Prompting Methods). Untuk tugas yang lebih kompleks, pertimbangkan teknik-teknik berikut:
- Chain-of-Thought Prompting: Dorong AI untuk menguraikan proses berpikirnya langkah demi langkah. Ini sangat efektif untuk pemecahan masalah yang rumit.
- Few-shot Prompting: Berikan beberapa contoh input dan output yang Anda inginkan. AI akan belajar dari contoh-contoh tersebut dan memberikan jawaban yang lebih akurat.
- Instruction-style Prompting: Gunakan instruksi eksplisit untuk memandu AI, seperti "Tuliskan..." atau "Daftarkan...".
- Role-based Prompting: Berikan peran tertentu pada AI, misalnya "Anda adalah seorang ahli sejarah..." atau "Bertindaklah sebagai seorang data scientist...".