Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Indonesia yang dihormati dan pernah dipercaya pasar, diberhentikan secara mendadak pada Senin, 8 September 2025, saat tengah memimpin rapat dengan pejabat senior di Kementerian Keuangan di Jakarta.
Pemberitahuan pemecatan datang langsung melalui panggilan dari kantor Presiden Prabowo Subianto hanya satu jam sebelum pengumuman resmi, menandai berakhirnya era kepemimpinan Sri Mulyani di bidang keuangan negara yang telah berlangsung selama beberapa periode pemerintahan.
Pergantian ini terjadi di tengah gejolak nasional akibat protes keras terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan yang memicu kemarahan publik atas ketimpangan ekonomi dan beban hidup.
Protes tersebut bahkan disertai kekerasan hingga menyebabkan tujuh orang meninggal dunia, dan rumah Sri Mulyani turut menjadi sasaran perusakan.
Selain Sri Mulyani, empat menteri lain juga dicopot dalam reshuffle kabinet yang dianggap sebagai respons cepat terhadap ketidakpuasan masyarakat.
"Beliau dijadwalkan bertemu Presiden pagi itu, tapi pertemuan dibatalkan. Ternyata beliau malah diberhentikan siang harinya tanpa penjelasan langsung," ungkap sumber dalam kementerian, menyoroti betapa mendadaknya keputusan tersebut.
Dengan pemecatan yang dinilai mengejutkan pasar dan menimbulkan kekhawatiran soal arah kebijakan fiskal Indonesia ke depan, jabatan Sri Mulyani kini digantikan oleh ekonom Purbaya Yudhi Sadewa.
Pergantian ini terjadi di tengah isu populis soal program makan gratis dan prioritas belanja besar-besaran pemerintah yang dikhawatirkan akan menggerus disiplin fiskal yang selama ini dijaga Sri Mulyani.
Banyak pihak menilai pencopotan tersebut merefleksikan konflik visi antara kehati-hatian anggaran dan ambisi belanja baru pemerintah.