Oleh: Oki Dwi Yulianto
Dunia dikejutkan oleh rentetan aktivitas seismik global yang terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam pada Rabu, 24 Juni 2026, hingga Kamis, 25 Juni 2026.
Tiga gempa kuat berturut-turut mengguncang tiga wilayah yang saling berjauhan, yaitu California Utara di Amerika Serikat, Venezuela, dan wilayah utara Jepang.
Meski para ahli dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) menyatakan bahwa rentetan bencana ini tidak saling berkaitan atau saling memicu karena bersumber dari mekanisme bumi yang berbeda, peristiwa beruntun di sepanjang kawasan aktif dunia ini menjadi alarm keras bagi wilayah Indonesia untuk meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan.
Masalah utama yang membayangi daerah rawan gempa seperti Indonesia bukanlah fenomena guncangan itu sendiri, melainkan minimnya ketahanan infrastruktur dan kesiapan masyarakat saat menghadapi bencana secara tiba-tiba.
Data historis membuktikan bahwa runtuhnya struktur bangunan yang tidak ramah gempa menjadi faktor terbesar jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.
Ketika kepanikan massal terjadi di ruang publik atau pemukiman padat, risiko fatal akibat terinjak atau tertimpa material bangunan kian meningkat karena kurangnya pemahaman mengenai mitigasi mandiri yang cepat dan terarah.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, diperlukan tindakan taktis yang konsisten, baik di tingkat struktural maupun individu.
- Pertama, penguatan standar bangunan tahan gempa mutlak diterapkan secara tegas pada fasilitas umum dan pemukiman warga.
- Kedua, masyarakat dituntut secara mandiri untuk mengasah kesiapsiagaan, seperti memahami teknik berlindung di bawah furnitur yang kokoh saat terjadi guncangan, mengontrol kepanikan massal agar tidak berebut di pintu keluar publik, serta mulai menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat keluarga.
Menyadari bahwa Indonesia berada di lingkaran Cincin Api Pasifik dengan potensi seismik yang serupa, rentetan peristiwa ini harus menjadi pengingat abadi bahwa mempersiapkan mitigasi sejak dini adalah satu-satunya cara terbaik untuk menyelamatkan kehidupan.