Proyek penerjemahan Ars Astronomica yang diinisiasi oleh Scott Weisman memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) Claude untuk menghadirkan terjemahan bahasa Inggris pertama atas karya-karya bersejarah dalam bahasa Ibrani dan Latin yang berasal dari abad ke-2 (c. 150 M) hingga abad ke-18 (1797).
Inisiatif digital ini menerjemahkan naskah kuno karya ilmuwan ternama seperti Tycho Brahe, Gersonides, David Gans, dan R. Avraham bar Ḥiyya agar pembaca dan peneliti global dapat mempelajari serta membandingkan teks-teks klasik astronomi, kosmologi, dan filsafat alam secara berdampingan.
Penerjemahan teks-teks bersejarah dari berbagai wilayah seperti Eropa, Praha, Barcelona, hingga Sisilia ini dilakukan secara presisi dan natural melalui alur kerja otomatis berbasis AI.
Naskah-naskah asli yang digunakan diakses serta diarsipkan dari berbagai perpustakaan digital dunia, termasuk Internet Archive, National Library of Israel, dan Gallica.
Guna mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian akademik, seluruh hasil terjemahan ini disajikan secara gratis untuk penggunaan non-komersial di bawah lisensi Creative Commons.
"Inisiatif penerbitan ini menghadirkan terjemahan bahasa Inggris pertama untuk karya-karya bersejarah dalam bahasa Ibrani dan Latin tentang astronomi, kosmologi, dan filsafat alam."
Melalui integrasi teknologi AI, Ars Astronomica berhasil menjembatani literatur sains klasik abad ke-2 hingga ke-18 M ke era digital.
Langkah ini memungkinkan publik mempelajari naskah astronomi kuno secara lebih mudah, terbuka, dan berdampingan dalam satu bahasa.
Menurut saya ini adalah langkah luar biasa dalam melestarikan budaya dan ilmu pengetahuan. AI akan menghasilkan hal positif jika penggunanya menggunakan untuk hal positif, begitu sebaliknya.
Yang penasaran ingin membaca atau belajar langsung naskah-naskah kuno dari para ilmuwan kuno, silakan bisa langsung mengunjungi situs webnya di https://arsastronomica.com/