OKI DWI YULIANTO

Selamat datang di website pribadiku 👽🖖

2026-08-20

Bisnis AI Keluarga Trump Terjerat Kontroversi: Gunakan Model China di Tengah Retorika Ancaman

Oleh: Oki Dwi Yulianto

Sebuah laporan Reuters mengungkap kontroversi yang menimpa World Liberty Financial, perusahaan kripto yang dipromosikan oleh Eric Trump dan Donald Trump Jr. Perusahaan tersebut melalui usaha patungan bernama WorldClaw ternyata secara terbuka menggunakan sederet model kecerdasan buatan dari perusahaan China. 

Temuan ini menjadi ironi besar karena pemerintahan Trump sendiri selama ini gencar menyuarakan peringatan tentang ancaman keamanan nasional yang ditimbulkan oleh teknologi AI dari Negeri Tirai Bambu.

Kontroversi ini pertama kali terendus oleh reporter Reuters yang melihat unggahan promosi WorldClaw di media sosial sejak Mei 2026. 

Dalam promosinya, WorldClaw menawarkan layanan AI yang memanfaatkan model-model dari berbagai perusahaan China, yang dikenal memiliki harga lebih murah dibandingkan pesaing AS. 

Padahal, pemerintahan Trump di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump telah berulang kali mengeluarkan peringatan keras tentang risiko spionase dan ketergantungan teknologi pada China, bahkan membatasi akses perusahaan AS terhadap teknologi AI China.

"Bagi saya, ini menunjukkan betapa sulitnya bagi bisnis AS untuk mengabaikan daya tarik teknologi China, meskipun pemerintahannya sendiri sedang berperang melawannya," demikian kesimpulan reporter Reuters dalam video investigasinya.

Menghadapi pertanyaan tentang konflik kepentingan ini, Gedung Putih membantah adanya masalah, dengan menyatakan bahwa Presiden Trump selalu bertindak demi kepentingan terbaik rakyat Amerika. 

Sementara itu, perwakilan World Liberty Financial berkilah bahwa menggunakan berbagai model AI dari berbagai negara, termasuk China, adalah praktik bisnis yang lumrah untuk mendapatkan teknologi terbaik dengan biaya efisien. 

Namun, pembelaan ini sulit meredam kritik, karena kasus ini menyoroti dilema nyata: di satu sisi pemerintahan Trump gencar memerangi pengaruh teknologi China, tetapi di sisi lain, keluarga dan bisnis di sekitarnya justru memanfaatkan keunggulan kompetitif teknologi yang sama. 

Ini adalah pelajaran tentang bagaimana kepentingan bisnis dan kebijakan negara kerap berbenturan di era persaingan teknologi global.