OKI DWI YULIANTO

Selamat datang di website pribadiku 👽🖖

2026-08-19

Ukuran Perut Lebih Penting dari Berat Badan: Penelitian Baru Ungkap Prediktor Jantung yang Lebih Akurat

Oleh: Oki Dwi Yulianto

Selama ini, Indeks Massa Tubuh (BMI) menjadi patokan utama untuk menilai risiko obesitas dan penyakit jantung. 

Namun, penelitian besar yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology (JACC) pada 11 Agustus 2026 justru menunjukkan bahwa ukuran lingkar perut dan rasio pinggang-pinggul jauh lebih akurat dalam memprediksi risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung. 

Analisis data lebih dari 260.000 orang selama rata-rata 20 tahun ini mengungkap bahwa BMI saja tidak cukup untuk menangkap bahaya lemak perut (visceral fat) yang membungkus organ dalam.

Para peneliti menemukan temuan mencengangkan: orang dengan BMI normal tetapi lingkar perut besar memiliki risiko 15-50% lebih tinggi terkena berbagai penyakit kardiovaskular. 

Sebaliknya, individu dengan BMI kategori obesitas tetapi lingkar perut kecil justru tidak menunjukkan peningkatan risiko yang signifikan untuk sebagian besar penyakit jantung, kecuali untuk risiko kematian semua sebab. 

Dari total peserta dengan BMI normal, ternyata 5% di antaranya memiliki lingkar perut besar dan 18% memiliki rasio pinggang-pinggul tinggi—sebuah temuan yang menunjukkan bahwa banyak orang dengan berat badan "ideal" sebenarnya menyimpan ancaman tersembunyi di perut mereka.

"Inilah saatnya untuk meninggalkan fokus tunggal pada indeks massa tubuh," tegas Harlan M. Krumholz, Editor-in-Chief JACC. 

"Penelitian ini secara otoritatif menunjukkan bahwa lingkar pinggang dan rasio pinggang-pinggul memberikan informasi kritis tentang risiko kardiovaskular, bahkan di antara orang dengan BMI yang dianggap normal."

Peneliti utama, Zeina A. Dardari, menekankan bahwa temuan ini harus mengubah praktik klinis. 

Ia mendorong para dokter untuk mengevaluasi distribusi lemak perut di seluruh spektrum BMI, bukan hanya mengandalkan timbangan berat badan. 

Lemak visceral yang menumpuk di sekitar organ dalam memang dikenal lebih aktif secara metabolik dan terkait erat dengan peradangan serta resistensi insulin, yang menjadi pemicu utama penyakit jantung dan diabetes. 

Para ahli menyarankan agar pengukuran lingkar perut dan rasio pinggang-pinggul menjadi bagian rutin dari pemeriksaan kesehatan, karena cara sederhana ini dapat menyelamatkan nyawa dengan mendeteksi risiko lebih dini—sebelum angka di timbangan berbohong.