OKI DWI YULIANTO

Selamat datang di website pribadiku 👽🖖

2026-08-15

Gempa Dahsyat 7,7 Magnitudo Guncang Flores, Dua Tewas dan Bangunan Runtuh

Oleh: Oki Dwi Yulianto

Gempa bumi dangkal berkekuatan 7,7 magnitudo menghantam wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi (15/8/2026) pukul 05.58 WITA, mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan ribuan warga panik mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. 

Pusat gempa terletak di lepas pantai utara Pulau Flores, sekitar 68 kilometer barat laut Ende, dengan kedalaman hanya 10 kilometer. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan tsunami, namun kemudian mencabutnya setelah memantau tidak ada perubahan signifikan pada permukaan laut.

Dampak gempa dirasakan sangat kuat di Kabupaten Nagekeo, yang berada paling dekat dengan episenter. 

Seorang petugas rumah sakit setempat, Lukas Lotar (31), menceritakan kepanikan saat bangunan berguncang hebat, menyebabkan pasien dan staf berhamburan keluar karena dinding-dinding mulai retak. 

Di Maumere, Kabupaten Sikka, ruang tunggu pelabuhan dilaporkan runtuh, sementara banyak bangunan lain juga mengalami kerusakan parah. 

Dua korban jiwa yang terkonfirmasi adalah seorang pria dan seorang wanita, menurut juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Berton Suar Pelita Panjaitan.

"Tiba-tiba semuanya berguncang dan saya panik. Pasien juga keluar dari rumah sakit, guncangannya besar. Saya melihat beberapa dinding retak," ujar Lukas Lotar, seorang petugas rumah sakit di Nagekeo, menggambarkan momen saat gempa terjadi.

Gempa utama diikuti oleh dua gempa susulan, salah satunya berkekuatan 6,1 magnitudo, yang semakin meningkatkan ketakutan warga. 

Ribuan orang terlihat mengungsi ke perbukitan, membawa barang seadanya, sementara tim penyelamat masih terus mendata keseluruhan kerusakan. 

Pihak berwenang Australia menyatakan bahwa peristiwa ini tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi wilayah mereka. 

Indonesia, yang terletak di kawasan "Cincin Api" Pasifik, memang sangat rawan terhadap bencana gempa dan aktivitas vulkanik, dan peristiwa ini menjadi pengingat getir akan ancaman yang selalu mengintai.