Oleh: Oki Dwi Yulianto
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. atau SIG resmi menghidupkan kembali merek Semen Kujang, produk semen ikonik yang pertama kali hadir di Jawa Barat pada tahun 1975.
Kali ini, pabrikan BUMN tersebut membawanya pulang dengan teknologi anyar bernama Active Micro Particle, seraya menggandeng klub kebanggaan masyarakat setempat, Persib Bandung, untuk memperkenalkan produk ini ke publik.
Keputusan ini bukan sekadar nostalgia.
Menurut Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, langkah ini adalah bagian dari strategi transformasi perusahaan untuk menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Semen Kujang yang baru diproduksi oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, Jawa Barat, dan diklaim memiliki spesifikasi sebagai semen tipe Portland Composite Cement (PCC) yang sesuai dengan standar nasional.
Lalu, apa yang membuat semen lawas ini istimewa?
Keunggulan utamanya terletak pada teknologi Active Micro Particle.
Sederhananya, teknologi ini menghadirkan butiran-butiran mikro yang dirancang untuk mengisi rongga-rongga material secara lebih optimal.
Hasilnya, struktur bangunan menjadi lebih padat. Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menyebutkan bahwa teknologi ini memberi tiga keunggulan utama: daya rekat yang lebih kuat, permukaan finishing yang lebih halus, dan hasil pengecoran yang lebih padat.
Kembalinya Semen Kujang juga membawa misi kebanggaan lokal.
SIG secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Persib Bandung, di mana logo Semen Kujang akan menghiasi jersey resmi tim Maung Bandung.
Ini bukan sekadar sponsor, tetapi upaya menumbuhkan kembali rasa memiliki masyarakat Jawa Barat terhadap merek yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah tersebut.
"Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki kualitas premium, tetapi juga membawa kembali kebanggaan masyarakat Jawa Barat terhadap merek yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah ini," ujar Dicky Saelan.
Perjalanan Semen Kujang sendiri panjang.
Berawal dari pendirian PT Semen Cibinong pada 1971, pabriknya mulai dibangun di Narogong pada 1973 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto dua tahun kemudian.
Bahkan, pada Agustus 1977, perusahaan ini menjadi yang pertama melakukan penawaran umum perdana (IPO) setelah pasar modal Indonesia diaktifkan kembali.
Kini, dengan sentuhan teknologi baru dan semangat lokal yang kuat, merek legendaris ini berharap dapat kembali menjadi tulang punggung pembangunan di tanah Pasundan, sekaligus memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional.