OKI DWI YULIANTO

Selamat datang di website pribadiku 👽🖖

2026-09-01

Perry Warjiyo Titipkan Pesan ke Gubernur BI Baru: Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Oleh: Oki Dwi Yulianto

Eks Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya bersuara setelah Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Gubernur BI periode 2026–2031 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (1/9/2026). 

Di tengah gejolak ekonomi global yang masih berlanjut, Perry menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan khusus kepada Destry, Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior, dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur.

Harapannya sederhana namun berat: perkuat mandat bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Perry yang menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2018 dan mundur secara sukarela pada 25 Juli 2026, menyampaikan harapannya melalui keterangan resmi kepada wartawan. "Saya berharap Dewan Gubernur yang baru mampu memperkuat mandat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di tengah gejolak global yang masih berlanjut," ujarnya.

Dalam pernyataan yang sama, ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama 42 tahun mengabdi di bank sentral.

Destry yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI, sempat ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara setelah Perry mengundurkan diri. Kini, ia resmi memegang kendali penuh hingga 2031. "Selamat atas terpilihnya Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior, dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur, untuk periode 2026–2031," kata Perry.

Keputusan penetapan tiga pimpinan baru BI itu diambil setelah Komisi XI DPR menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan, lalu disahkan dalam rapat paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Kompleks Parlemen, Senayan.

Destry kini menghadapi tantangan besar: menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal, sekaligus memastikan bank sentral tetap menjadi jangkar perekonomian nasional.

Pesan Perry barangkali bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bahwa kursi Gubernur BI tak pernah nyaman, terutama ketika dunia masih berguncang.